Presiden nurut ulama, Bukan ulama nurut presiden
Adil dalam litelatur kita semua dibawa halsama semua porsi sama, itu bukan adil itu komunis. Selama ini didevinisikan adil harus sama "ibu guru harus adil, yang rumah jauh tidak booleh terlambat" pengertian sederhana dalam bentuk contoh punya anak namanya Aisyah SMA, satu aliyah, satu TK, satu SMP, bayangkan dengan keadilan karena pengen adil yang SD 100rb yang SMA 100rb adil tidak ? beberapa orang berkata itu adil, adil itu proporsional. Untuk kuliah 100rb kurang, SD 100rb mungkin cukup, TK 100rb diculik saudara, TK cukup diantar dengan makan dan minuman. Tapi lihat hari ini kita disuguhkan satu hak suara, tidak berpendidikan, atas nama keadilan orang gila dapat suara, semoga orang gila menabok orang mental rendah. KPU terburuk sepanjang sejarah, oh itu adil sebenarnya sehingga pemilihan presiden secara langsung. Adil bukan demikian, satu suara orang tidak berpendidikan, dia hanya tahu diberi 50rb dengan satu profesor itu tidak adil. Pancasila, kerakyatan yang dipimpin dengan hikmah dalam permusyawaratan perwakilan.
Adil adalah sesuai proporsional. Adil yang diterapkan Nabi, ketika 610-622 penyiksaan di Mekah, akhirnya membuat 610-622 terpaksa harus pindah serentak, maka pindah tanpa apapun itulah yang disebut hijrah dari Mekah ke Madinah. Di Madinah orang mapan, tiba-tiba bercampur si miskin dan si kaya. Keadilan yang digunakan Nabi, Nabi Muhammad pemimpin hijaz, qurais, yang terjadi di Etyopia tidak boleh ada kepercayaan apapun kecuali Nasrani, di Romawi tidak boleh agama selain heraklius, tapi Nabi Muhammad silahkan beragama masing-masing. Ada sebuah penutupan Nabi Muhammad ditojolkan nikah banyak, miskin ternyata sumber prof Dr Kafur, dipakai sekarang dalma history sejarah, ada pelurusan sejarah namanya rumah pelurusan sejarah yang benar.
Di zamna Bung Karno, adil dari Papua sampai Aceh, beliau TNI ketika jadi presiden copot baju TNI. Sekarang kita dengar rekaman lantang Bung Karno, bukan berbicara sebagai presiden seumur hidup, tapi berbicara sebagai penyambung lidah rakyat karena dia milik rakyat. Pak Harto beliau golkar, ketika selesai, dia berbicara untuk semua dari Aceh sammpai Papua, yang sekarang repot dimanapun dia bilang sebagai petugas partai, ini bukan hoax emaknya yang bilang "masih punya tanda tangan Jokowi" merdeka. Ini kami serasa tidak adil, kalau sampai ke Jokowi, bapak harus tegas, bapak milik seluruh rakyat Indonesia.
Nabi Muhammad membuat masyarakat adil dan beradab memegang kendali dan membuat 37 pasal untuk madinah. Pasal no 18 beliau katakan bila dalam bahaya orang Yahudi, Islam, Nasri harus jaga keamanan bersama. 624 sudah ada penerapan VISA. Tidak ada gep, jauh antara kaya dan miskin. Beliau membuat persamaan kaum Ansor dan orang Muhajirin. 1 orang kaya memelihara 1 orang miskin sampai kaya. Keadilan dengan cara instan terjadi dan beradab. Dirasa oleh semua orang. Kalau merasa dolar sudah begini, mulai gelisah, letupan terasa.
Pernah Pak Harto buat Gerakan Orang Tua Asuh, keburu dilengserkan, itu keren satu orang memelihara anak yang terlantar bukan nyuruh hafal nama ikan. Adil berdiri di semua atas golongan, sri sultan mengundurkan diri dari wakil presiden, dan pak Harto bingung siapa yang ditunjuk maka ditunjuk KH Kholil. Ketika itu KH Kholil tidak ingin berpihak ke golongan tertentu. Presiden nurut ulama, presiden nurut ulama, bukan ulama nurut presiden. Litelatur kita sudah lengkap tapi masalahnya ingin tidak kita mempelajari itu kembali. Dan terapkan sekali untuk beradab kembali.
Babeh











Comments
Post a Comment