Awas! Ada Dana Negara ke Desa Sampai Menjelang Pemilu


Agak kepanasan warna biru, terserah orientasinya apa tapi hari ini hari membiru. Suasana merindu seakan datang pemimpin yang lebih baik meskipun sebenarnya berhadapan kembali tapi tidak bisa dibandingkan, sebeernya ada ilmu yang tidak bisa diceritakan di publik. Dua ini tidak bisa dibandingkan, prabowo boleh bernyanyi "aku bukan pilihan". Ada buku yang ditulis Fahri Hamzah, Du husnul ini dosen politk, Bung Rocky dosen, dua ini yang paling menonjol dan benar.Kalau ada gerakan dari mereka ini benar. Sebenarnya ingin mengambil posisi bukan orang akademik, orang intelek, Fahri ini pejabat negara pimpinan DPR. Tidak bisa mengkritik Prabowo karena bukan pemerintah tapi jejak dalam pemerintah banyak, termasuk yang mengenalkan Jokowi dan Ahok dan bukan hanya memperkenalkan juga membiayai, dampak besar tapi belum jadi pejabat jadi belum bisa disalahkan. 
Ada satu persoalan apakah kita akan mengucapkan selamat tinggal pada Jokowi ?
ada satu persoalan yang perlu disadari, menurut Fahri Hamzah pemerintahan Jokowi terlalu cepat untuk pemilu, ketemu dengan pejabat tinggi sekali pada bulan 13 artinya tahun ke-2 bertanya pada beliau yang pernah jadi pemerintahan inti "apa beda antara pemerintahan ini dan yang lalu ?" jawaban beliau adalah "pemerintahan ini terlalu cepat mempersiapkan pemilu yang akan datang" maksudnya dia terlalu cepat sehingga pengelolaan pemerintahan ini nuansanya untuk kemenangan, niatnya untuk terpilih kembali itulah yang menyebabkan pondasi untuk membangun, memenuhi janji ketika kampanye, kalau bocoran ya tagih aja janji, maka kebingungan. Bikin riset yang kuat terlalu banyak janji, pak Prabowo tidak ada janji, dia sukses mengantar Jokowi. Berikutnya adalah roh dari pemerintahan ingin kembai maka komitmen jadi tidak penting. Karena tidak punya konfiden dan betul insiden 5 tahun lalu, orang diniatkan jaka DKI tiba-tiba tidak memenangkan DKI. Kalau kita periksa pemerintahan ini tidak bisa dibilang pemerintahan karena banyak amatir. Bagaimana nasib pmerintahan ini, ada satu soal yang agak rawan pemerintahan ini baru-baru ini mengumumbukan ada belanja eksesif terhadap kerakyatan ada dana desa 30 T. Semua berkepentingan ada penyiapan dana desa, kita tahu UU tentang desa no6 Tahun 2014 itu zaman SBY.
Hati-hati itu ada uang desa yang mengalir, ada dana bansos sepanjang sejarah dikeluarkan mejelang pemilu ada 40 T yang akan menyentuh rumah tangga dan orang perorang. Dana kelurahan mulai tahun ini, ada dana macam-macam yang intinya mengaktifasi rakyat tingkat bawah bentuk cash. Kita harus lihat pertarungan yang benar, maka Fahri mengusulkan bahwa Prabowo-Sandi wajib mengumumkan uang itu tidak berhubungan dengan inkambes, jika rakyat menerima itu hak rakyat. Ini soal perpustakaan dan kolam kecebong tidak bisa dibandingkan. Di bawah ada air bah puncak februari sampai april, yang bentuk duit itu hak dia dan tidak ada hubungan dengan politik. Ada pemilu yang jurdil yang bisa mendatangkan keadilan.

Fahri Hamzah

Comments