Analisa Rocky Gerung, Pidato Megawati dan Jokowi


Dapat untuk menjawab pidato megawati. bukan soal nasi goreng tapi headline di kompas, Megawati bilang "pancasila dan NKRI hanya bisa lestari bila Jokowi jadi presiden dan PDIP menang" itu Rocky tidak tahu akal sehat tapi tidak, beliau berhak karena memaksimalkan ambisi politik. Di halaman sama "Presiden inginkan ada suasana damai menjelang pemilu" sedangkan bandingkan satu ingin damai satu bilang "hanya Jokowi menang" artinya jika prabowo menang NKRI hilang. Itu tidak ada keadilan dan pradaban indikasinya begitu jadi kalau kita bongkar kedunguan dari rezim itu fungsi demokrasi. Bayangkan debat itu kita tertawakan jawaban yang kontradiktif. Kecemasan sebanding dengan kemarahan, kalau kalian lihat talkshow ada marah karena ada kecemasan. Jadi membaca peluang untuk menghasilkan perubahan siapa yang marah dia cemas, kecemasan ada di kotak yang kosong.
Rocky mendorong supaya politik itu di kampus, kalau ada finelis yang hanya membuat pertanyaan padahal akan memulas dan membahas, lalu siapa yang akan memulas, kalau hanya pertanyaan pun WA bisa. Dibikin suapa seseorang tidak terlihat dungu, padahal untuk apa ? Yang berebut ketika di depan adalah kamera ketika bencana, padahal mau dimanapun beliau sama. Jadi bulying itu faktanya. Adil dan beradab, ada info grafis hasil dan generation. Pemerintah mengklain tidak da kesenjangan itu keadilan. Kalau rasio jarak 1 maka terjadi ketimpangan absoulut, kalau 0 ada keadilan. Mesti bongkar bagaimana rasio. Sehari 10rb cukup karena sehari hanya 2 buah pisang ambon cukup, kalau satu tidak cukup, karena hobi mendaki gunung. Kalau Rocky mengkonsumsi pisang ambon 10rb rupiah, ada mahasiswa 10rb makan pagi 5rb siang dan malam makan promagh. 
Ada satu orang pengusaha 500rb hektar, yang lain 10rb sehari, jadi mahasiswa dan rocky dan pengusaha hanya keluar 10rb perhari. Ekonomi kita 5,1% bagus bila sebelumnya 2% tapi faktanya sebelumnya 6% sekian berarti sekarang lebih buruk. Bahkan yang 5% dicap baik tanpa ada kabinet. Jangan kita dibohongi seolah kita tidak mampu bereaksi dengan argumen sekedar itu dasarnya kenapa memilih oposisi. 
Terkait infrastruktur, tol 700rb dari jakarta ke Surabaya, dimana logikanya. Pemerintah itu sukses bukan karena membangun jalan tol tapi membangun jalan pikiran. 

Rcoky Gerung 

Comments