Prabowo Subianto Mengisi Acara Di Kajian Majelis Tafsir Al Qur'an Solo.
Sebagai insan yang bertakwa kita tak henti pajatkan syukur kita masih diberi nafas dapat berjumpa hari ini dalam keadaan sehat. Tak lupa salawat serta salam kita junjunkan pada Nabi Muhammad SAW. Atas nama pribadi dan rombongan mengucapkan terima kasih atas undangan dan kehormatan besar bisa berbicara di Majelis Tafsir Al-Qur'an ditemani mentor kaka Amin Rais selalu minta berunding. Ahmad Sukino, Prabowo agak grogi belum pernah berbicara di Majelis besar seperti ni biasa tentang militer ini diundang dan diminta berbicara, disebut sebagai calon presiden. Merasa berbicara sebagai anak bangsa, warga negara karena capres banyak peraturan, sebagai individu sebagai anak bangsa, hamba Tuhan juga muslim walaupun muslim belum begitu baik tapi tetap mengaku muslim, sebagai warga negara ada hal yang ingin disampaikan, merasa wajib menyampaikan sesama bangsa, wajib menyampaikan suatu fakta, fenomena, terjadi di negeri bahwa negara kita berada di jalan yang keliru khususnya di ekonomi. Jalan ini tidak mungkin membawa negera Indonesia sejahtera, dalam sistem sekarang kekayaan rakyat tidak tinggal di Indonesia, kekayaan diambil ke luar inilah kunci masalah hampir semua masalah, rumah sakit tidak dibayar, ini kondisi bangsa.
Prabowo diundang pribadi, merasa wajib menyampaikan bahwa hal ini membawa bangsa semakin lemah, dan akan mengalami penderitaan, kekayaan diambil terus dan tidak bisa menjaga. Ada banyak dan niat untuk meninggalkan data di majelis, dengan membawa seribu buku, dan saudara disini sudah hampir 10rb orang jadi tidak tahu membagi diserahkan pada MTA untuk mengatur pembagian. Tidak ada niat menghasut, membawa data yang membuktikan ada temuan bahwa kekayaan bangsa tidak tinggal di Indonesia hanya segelintir saja yang menikmati, jika terjadi terus anak cucu tidak punya kehidupan yang layak karena kekayaan mengalir keluar, ahli ekonomi mengatakan "penghasilan bangsa Indonesia rata-rata 3800 dolar pertahun, itu tidak tepat karena yang menikmati segelintir menikmati setengah seluruh kekayaan warga Indonesia" padahal setengah rakyat penghasilan kurang dari 30rb sehari berarti 30rb x 30 kurang dari 1 juta rupiah sebulan. Artinya Indonesia setingkat dengan negara miskin di Afrika, setelah 73 tahun merdeka berada setingkar Ruanda, SiaraLion yang tidak tahu dimana letaknya. Ini sangat membuat kita sedih, padahal kita ke-6 terkaya produksi kelapa sawit tertinggi, lada terbaik di dunia, timah, emas, nikel, batu bara, boksit tertinggi di dunia keuntungan tapi tidak tinggal di Indonesia. Alumunium bahan TV, Mobil, Motor, bahan baku Alumina, Boksit produksi terbesar di Indonesia, elite Indonesia diizinkan di eksport dan sekarang dikuasai bangsa asing, emas bangsa asing satu persatu mereka semakin pinter.
Mereka menggunakan bangsa Indonesia sebagai fronting di muka mereka. Inti persoalan bangsa kalau saudara ingin ingat ingat satu hal itu bahwa "Prabowo menyampaikan hai rakyat Indonesia kekaan Indonesia diambil, dan elite membiarkan tidak mungkin Indonesia kuat". Kita butuh kuat dunia dan akherat, agama harus bermartabat maka tidak boleh miskin. Karena MTA begitu menghormati, maka MTA diundang ke tempat Prabowo di Bogor tentu tidak semuanya tapi mohon perwakilan atau mungkin ada rombongan tiap bulan. Ustadz Sukino ingin menguji, berani tidak berbicara di MTA, maka sebentar lagi adzan. Alhamdulillah semua ustadz mengajaran islam damai, bukan islam yang membenci itulah kebanggaan kita, aljabar dari islam, kedokteran banyak islam, inginkan islam kembali memberi contoh peradaban yang tinggi memberi putra putri Indonesia, ahli al-jabar menyumbang karya dunia yang baik. Orang tua ingin ekonomi kurang baik, kalau langsung dipelentir, niat baik hanya ingin yang terbiak untuk rakyat dan umat Indonesia.
Prabowo Subiyanto











Comments
Post a Comment