Pidato Kebangsaan Prabowo-Sandi Alasan Kenapa Maju Menjadi Capres


Prabowo-Sandi menyampaikan visi dan misi, pidato dibuka dengan sajak, sajak yang menggambarkan kenapa kita berkumpul, sajak ini ditemukan di kantong baju seorang perwira muda yang gugur di Banten.

Kita tidak sendirian, beribu orang bergantung pada kita 
rakyat yang tak pernah kita kenal
tetapi apa yang kita lakukan sekarang akan menentukan 
apa yang terjadi pada mereka.

Ribuan ini kita berkumpul, mungkin puluhan juta terhubungan tengan tekhnologi karena 92 malam akan kita tentukan masa depan Indonesia, karena sesungguhnya pemilu bukan pemilu Prabowo-Sandi tetapi pemilu bagi seluruh bangsa Indonesia karena itu kemenangan yang dapat kita rebut, nanti bukan kemenangan Prabowo-Sandi tapi kemenangan bangsa Indonesia. Atas dasar keyakinan ini kami ingin bangsa mengerti. Koalisi adil dan makmur jika mendapat mandat, kami menyampaikan apa yang menjadi pendorong untuk terus berjuang dan berada dalam kancah politik, dan menawarkan untuk memimpin dan membela NKRI.

Prabowo mendapati laporan buruh tani, namanya Hardi di dewa Kawangharjo meninggal dunia karena gantung diri di pohon jati di belakang rumah karena beban ekonomi ia meninggal. Ada kisah seorang guru pekalongan gantung diri. Ibu sudarsih gantung diri, ini kisah yang masuk berita yang tidak masuk berita banyak. Petani beras Klaten sedih karena beberapa bulan lalu banijr beras dari luar negeri. Banyak emak-emak mengeluh harga tidak terjangkau, harga telor, daging, beras sudah berat. Bagaimana bisa harga gula di Indonesia 3 kali lebih mahal dari harga dunia. Petani garam sulit, banjir garam dari luar negeri. Kadang kita heran apa ada pemerintah yang tidak membel rakyat seperti sekarang ? inikah negara yang kita cita-citakan ? inikah yang dicita-citakan Bung Karno, Bung Hatta, KH Hasyim Asari, KH Ahmad dalna, Bung tomo, Mayor Darmogot?
Negara yang rumah sakit menolak pasien karena BPJS belum bayar. RS mengurangi penanganan, 1 dari 3 anak dibawah 5 tahun gagal tumbuh karena anak dan ibu kurang gizi. Sauda apakah mau terus seperti ini ? bangsa kalau sebelum keluar dari kandungan. Negara terus menambah utang, banyak negara berhutang tapi mereka untuk produksi kalau 1$ di tiongkok beberapa tahun kemudian menjadi 14$. Di indonesia 1$ setelah 10 tahun menjadi 4$. Pertamina, Garuda pembawa bendera Indonesia sekarang dalam keadaan yang bisa dibilang bangkrut. Pertamina penopang perusahaan menopang Indonesia selama dasawarsa lalu, sekarang dalam keadaan sulit. PLN kebanggaan kita sekarang juga hutang mengerikan, kalau ada BUMN yang untung, untungny tak seberapa. Ada anak yang 5 jam dari istana negara tidak berangkat karena 2 hari sudah tidak makan.
Di Kabupaten Asmat meninggal karena kelaparan. Pemerintah tidak hadir, inilah kejanggalan besar, paradoks besar. Negara Indonesia kaya rakyatnya masih banyak yang miskin. Kalau tidak ada tindakan dengan segara, situasi akan mengarah pada yang buruk. Prabowo-Sandi didukung partai koalisi, didukung purnawirawan, tokoh pekerja buruh, didukung ulama besar, didukung emak-emak Indonesia, didukung guru, dokter, prawat, bidan, nelayan, petani di seluruh Indonesia. Kami maju, menawarkan diri berbakti karena yakin dan percaya hal ini tidak boleh terjadi dalam negara yang begini kaya, 73 tahun merdeka kalau ada rakyat yang lapar, karena gantung diri karena putus asa ini adalah penghinaan pada pendiri bangsa dan penghinaan pada rakyat Indonesia.
Ada yang mengatakan "jangan pesimis, harus optimis Indonesia katanya akan bertahan 1000 tahun lagi" lalu Prabowo bertanya "apakah negara tidak mampu menjamin makan, tidka membela petani, nelayan, tentara tidak kuat bisa bertahan ?" 
"cadangan bahan bakar bertahan 10 hari, cadangan berang hanya bertahan 3 minggu, apakah ini negara langgeng?"  
Menteri pertahanan sekarang mengatakan, kalau Indonesia hanya bisa bertahan tiga hari karena peluru hanya tiga hari, dari pemerintah sekarang yang mengatakan, beliau patriot beliau ingin hal ini diketahui. Persaingan antar bangsa begitu keras, tiap bangsa punya masalah, tiap bangsa butuh sumber alam, punya kesulitan. Jangan kira kita boleh bergantung pada bangsa lain, jangan harap bangsa lain akan kasihan pada kita. Kita mengenal rumus dari Yunani hidup 50 tahun sebelum masehi, hukum sisdaides "Yang kuat akan berbuat apa yang mampu ia buat, yang lemah akan menderita apa yang ia derita". Indonesia harus kuat, harus kokoh, harus bisa berdikari.
Prabowo. 

Prabowo

Comments

Popular Posts