Dunia Hanya Permainan - Guru Ma'ruf Amin


Di dalam ayat Qur'an sudah diperingatkan, ketahuilah bahwa hidup di dunia hanya permainan, permainan yang membuat manusia lupa, yang ingat yang nonton. Yang main sepak bola, yang komen penonton yang nonton enak saja menyalahkan, padahal mainnya tidak bisa. Orang mai dalam bisnis lupa, peraturan menurut islam lupa, orang politik bermain disitu silahkan karena kita wajib menjadi pemimpin, orang pemimpin harus yang beriman pada Allah, wajib memilih memilih pemimpin beriman pada Allah ini bukan SARA ini hukum islam bukan soal SARA. Persilahkan main di politik tapi ingat pada peraturan Allah, jadi pemimpin dengan cara yang baik dengan akhlak pemimpin pada rakyat ini yang namanya berakhlak, berdagang, petani, pegawai negeri pakai akhlak jangan merusak akhlak. Permainan supaya sadar tidak ada orang bermain terus menerus ada yang baik tidak berhenti sepak bola dikasih waktu 90 menit selesai maka selesai, permainan di bisnis jadi konglomerat, kong kalikong untuk membikin rakyat jadi melarat. Orang yang tamak serakah, dari hulu ke hilir sendiri, sehingga kekayaan hanya dimiliki segelintir rakyat tidak merata padahal pancasila mengatakan keadilan bagi seluruh rakyat, tolong periksa berapa ratus orang di negeri kaya tapi jutaan rakyat menderita ingat permainan tidak lama, pada suatu saat malakat izroil akan datang "wahai knglomeraat permainanmu sudah selesai sekarang tinggal tanggung jawabmu". Pernahkah anda menggusur rakyat miskin hanya untuk jadi konglomerat.
Dunia ini bangkai, kaya anjing merebut bangkai, pulang kerumah dapat duit. Cari kambing susah, harta itu bangkai kalau harta itu dipergunakan untuk berbuat maksiat. Main judi, main perempuan itulah harta bangkai, mereka anjing-anjing yang merebut bangkai. Tapi yang di jalan Allah, mereka cari di jalan halal, setelah itu tunduk mencari kerinduan Allah, untuk fakir miskin, untuk kepentingan agama, tidak melulu kaya. Belum tentu orang kaya tidak cinta harta tapi kaya, mereka memberi bantuan pesantren 10 juta, anak yatim 5 juta. Orang tidak kaya dengan harta padahal kaya. Supaya kita sadar dan ingat. Rasul mengajarkan "bukan dari kita yang orang yang meninggalkan urusan agama, karena duit, sibuk cari duit, tidak dengar adzan masih sibuk menghitung duit padahal adzan, dan tidak termasuk dari kita orang yang meninggalkan dunia karena akherat" uang dicari untuk mencari keridhoan Allah, jika tidak untuk keridhoan itu artinya saudara mencara bangkai, saudara anjing. Nabi Muhammad setiap minggu hari lahir "puasa senin untuk menghormati rasul" tiap minggu Nabi memperingati maulid dengan puasa.
Dalam Qur'an disebutkan dengan karunia Allah hendaknya kalian bergembira, tidak ada karunia Allah yang paling besar dari lahirnya Nabi Muhammad SAW, tidak ada rahmat Allah yang paling besar dari lahirnya Nabi Muhammad SAW. Kumpulnya saja sudah perintah rasul. Dipanggil mata melotot tidak menyaut itu namanya ikan asin. ingin diluaskan rezekinya, ingin dipanjangkan umurnya, rasul bersabda "siapa yang ingin diluaskan rezeki dan dipanjangkan umurnya maka laksanakan silaturahmi" kumpulah. 
Perintah Allah bermacam-macam, ibadah haji ditentukan tempat dan waktunya. Kalau ada orang kaya punya duit triliunan, beli tanah 100 ribu hektar dipindahkan jadi tempat seperti Arafah, seperti Ka'bah apa sudah boleh haji di Cileungsi ? bid'ah itu. Ibadah umroh, kapan saja dipersilahkan tidak terikat dengan waktu. Hanya terikat waktu seperti shalat, tidak terikat tempat. Mau di jalan tol silahkan asal jangan di tengah-tengah. Usaha di tempat istirihat, mobil macet ke rumput, tayamum, afdhal di masjid. Ada perintah Allah yang tidak pakai tempat dan waktu, banyak seperti baca Qur'an kapan dan dimana saja. NU dulu tidak tahu NU sekarang, kyai Syukron NU dulu bukan yang sekarang. Muslim kumpul malam jum'at baca yasin bersama, zaman rasul tidak ada kemudian muslimat mengadakan malam jum'at istiqomah baca apakah mereka masuk neraka ? tentu tidak. bid'ah itu ada dua macam artinya keluaran baru zaman Nabi tidak ada. Pertama kali mengatakan bid'ah bagus Syaidina Umar Bin Khatab, zaman Abu Bakar taraweh sendiri. Zaman Umar berjama'ah imam pertama kali bernama Ubai bin Ka'ab. Imam pertama kali dalam shalat taraweh berjama'ah bernama Ubai bin Ka'ab.
Imam syafi'i berkata "bida'ah bid'atani bid'ah mahmudah bid'ah madzmumah" bid'ah yang terpuji yaitu bid'ah yang disetujui kitab dan sunnah Nabi seperti yasinan. Lain lagi dengan kris, kata dukun anakmu sakit panas supaya sembuh kasih ini kasih itu itu namanya unsur syurik. yang bertentangan dengan Qur'an dan sunnah itu namanya madzmumah. Adapun bid'ah yang bagus, itu dianjurkan karena dengan bid'ah hasanah islam akan hidup. Malam senin salawatan, malam kemis surat waqiah, malam jum'at tahlilan. Rasul perintahkan buat tradisi yang baik, barang siapa yang membuat tradisi baik tidak bertentangan Qur'an dan hadits baginya pahala yang baik. Sebaliknya jangan membuat tradisi jelek, engkau akan mendapat dosa dan dosa yang mengikuti engkau.

Kyai Syukron Ma'mun

Comments

Popular Posts