KASUS HABIB BAHAR MENARIK PARA USTADZ DAN HABAIB ANGKAT BICARA
Ulama-ulama dimana mana dicoret, Habib bahar baru diadukan langsung tersangka. Sukmawati, megawati, armando dilaporkan tidak tersangka. Prabowo jadi presiden Ust Tengku minta copot Kapolri ganti sama yang baru.
Da'i muda penuh keberanian melawan pemerintahan masuk penjara. Andaikan beliau diam, ingin aman, tidak akan masuk penjara. Husnudzon pada ulama yang cari aman, mungkin mereka berpolitik.
Habib Al Atas, bicara ganti presiden, bicara prabowo jangan-jangan habib ditawari uang, ditawari BUMN sama prabowo. Demi Allah tidak sepeserpun pernah terima dari partai. Pertama tidak sanggup kedzoliman demi kedzoliman tidak perlu jauh guru kita Habib Bahar saudara, bagaimana beliau diperlakukan dengan dzolim pidato lama 2 tahun lalu masalah jokowi pidato lama. Dipotong dari 1 jam hanya 2 menit diviralkan, dilaporkan M Anas politisi PSI, begitu dilapor langsung diproses, tidak boleh keluar negeri, seminggu kedepan diperiksa 13 jam di maber polri langsung jadi tersangka, masya Allah ini masalah belum selesai
Ada masalah baru ada satu orang pakai rambut pirang, mengaku jadi Habib bahar, satu lagi ngaku jadi Al Athas nipu orang di Bali. Ngaku Habib Bahar sampai minta tiket, orang tersebut menipu sebagai keluarga nabi, menipu sebagai Habib Bahar. Pengikut Habib Bahar marah, ngaku-ngaku, Habib Bahar marah terjadilah apa yang terjadi. Vidio tersebar. bukan madzhab Maliki ada ibarat penting santri paham ibarat tersebut dalam kitab yang ditulis Imam khorofi. Ada seorang ulama besar Imam Khorofi penulis al furuq, ad dakhirah, kenapa habib bahar kejam, kenapa sampai kejam baca sama-sama. Imam Khorofi menuliskan salah satu dari masalah, berkata Imam Malik "barang siapa yang berbohong bukan cucu nabi ngaku cucu nabi maka hukumannya dia dipukul dengan pukulan yang keras dan diviralkan, dikurung yang lama sampai betul taubat pada Allah" dipukul supaya jera supaya kapok. Saudara Imam Malik mnjelaskan karena siapapun yang bukan cucu nabi ngaku-ngaku pada hakikatnya telah menghina Nabi. Wajar tidak orang dipukul karena mengaku Nabi. Ada kyai Madura bilang "ini qo lembut banget mukulnya, mestinya dipenggal ini orang". Ada dalilnya jangan sembarangan ngaku-ngaku habib sama dengan menghina Nabi.
Cinta saja pada keluarga Nabi sudah mulia. Habib memukul karena ada sebab, sebab ada orang yang mengaku rasul, sama dengan menghina raul. Kalau memang polisi mau menyelesaikan masalah lihat sebab dulu. Ini habib bahar kenapa marah, ini ada orang memalsukan identitas dan melakukan pencemaran nama baik. Seharusnya yang ngaku habib bahar yang dipenjara. (Habib Al Athas)
Habib adalah orang terpilih dengan nasab Nabi. kalau memandang mereka kita pandang dengan dua cara pandang. Mereka manusia bisa bersalah tapi disisi lain kita harus liat beliau adalah keturunan Nabi. Kalau kita muncul kebencian pada Habib dan merendahkan kita sama dengan merendahkan Nabi. Kita tidak usah "tuh habaib" kalau beliau bersalah kita harus lebih mengingatkan tapi jangan sampai kita mengolok karena dia habib. Ingatkan, kesalahan jangan ditiru jangan ada kesan "tuh habib" seperti merendahkan. Yang benar bukan dengan caci maki jangan dihubungkan dengan nasab. Nasab mulia itu pilihan Allah. Kalau kita merendahkan habaib kita merendahkan nasib hati-hati dan waspada ada dengki tersembunyi pada hati kita. Kita tidak bisa mengatakan "habib palsu" itu bahaya bagi kita. (Buya Yahya)
Ada laporan kepada polisi seperti Sukmawati tidak jadi tersangka. Kemana soal adi armando, soal Abu Janda dan banyak lain penghinaan agama. Tetapi soal pemerintah aparat cepat bertindak inilah diskriminatif. Dalam segi substansi banci sudah dalam ungkapan ketika orang yang tidak bisa melakukan sebagaimana layak maka ia disebut banci. Hukum hanya tajam ke lawan dan tumpul pada kawan. Aparat hukum sudah diskriminatif karena itu Habib bahar mesti dibebaskan agar beliau bisa berdakwah. Bila ulama menyampai kritik polisi langsung melakukan diskriminasi dan persekusi (Ismail Yusanto)










Comments
Post a Comment