Kenapa Ustadz Somad Menolak Dicapreskan

Penghinaan presiden atau kriminalisasi ?
Kita tinggal di negara hukum berarti salah dan tidak salah berdasarkan hukum. Hukum kita berdasar pada pancasila lalu lahir UUD untuk menyatakan bersalah dan tidak bersalah. Ust somad merasa diejek, benar atau salah hukum yang menjawab. Ketika memainkan hukum ingat masyarakat cerdas tahu hukum. Keadilan ketidak adilan kemarahan akan muncul ketika ada intervensi. Tidak sesuai dengan ajaran islam ada MUI, tidak tepat dengan ajaran ada MUI. Kalau merusak simbol negara letakan hukum ini semua yang akan meminimalisir. Ada kekhawatiran yang tidak perlu dikhawatirkan. kata ustadz Somad di Bali rusuh tidak dipersoalkan. Masuk ke hotel "mana somad? mana somad?" Allah akan hukum juga. Umat ini akan menilai berhenti membuat pencitraan dengan baligho. 
Indonesia takut jadi Suriah, jadi Irak apalagi dengan banyak bangkit dengan khilafah dibilang khawatir bagi aparat dan non muslim seolah ada gerakan yang menjurus pada khilafah dianggap banyak ide itu bagaimana ?
Sulit mendudukan dalam satu tempat, muhammadiyah, FPI, dan lain lain membuat paham kesapakatan "siapa yang tidak mengakui pancasila ia radikal" kita tanya Habib Rizieq apa beliau tidak mengganggap pancasial. Beliau jawab "kami cinta NKRI" yang perlu kita cermati apakah ini sengaja ramai atau dibuat ramai untuk dibuat sebuah komodiiti. Semoga semua bisa duduk bersama dibuatkan pasal tentang radikal. Amat sangat takut ketika sudah berkumpul ramai di Indonesia pernah berkumpul 10 juta hanya ingin shalat berjamaah, mana yang mengkhawatirkan ? yang dikhawatirkan apa ? rumput ketika berkumpul jutaan orang tidak ada sedikitpun rumput yang terinjak.
Seluruh ustadz ada streaming semua mengajarkan kebenaran, diatasi dengan baik kekhawatiran seperti Suriah akan jauh. Ust Somad tidak hadir ketika 212 pertama karena jadwal pengajian, yang kemarin juga karena ada jadwal pengajian. Ust Somad tidak terpikir ada pertemuan, siapa yang mengundang ditulis saja. Bahwa itu ada 2 desember 2018, disana tidak ada aa gym, tidak ada Ust Somad, tidak ada Habib Rieziq. Umat berkumpul tidak ada siapapun tidak ada kepentingan. Membungkam mulut yang berkata "kalau ramai akan radikal". Di negara pun kita tinggal peralihan pemerintahan akan memberi pengaruh pada kajian keagamaan, berbeda pilihan itu biasa ketika kita menyalahkan orang itu kita mulai akan berdusta, kita mesti cerdas dalam hal ini pandai baik ada satu yang tidak bisa dibohongi yaitu nurani kita.


Jangan kepentingan sesaat merusak kebersamaan. Duduk bersama, kita punya masa lalu, Sriwijaya, Majapahit, setelah kita berijtihad ini yang kita pilih maka Allah akan berikan jalan. Tokoh inti harus mendinginkan, umat harus cerdas. Tokoh utama yang dimaksud Ust Somad ialah orang yang didengar ucapan seperti kita main magnet yang melekatkan pasir hitam. Dia tidak menebar kebencian, kalau menebarkan berita cek and recek. Ada tokoh agama, tokoh agama viral 6 jt, tapi ada orang otak luar biasa tapi tidak punya pengikut. Semua yang punya follower harus jadi tuntunan bukan hanya sebagai tontonan. Jangan hoax saling mencerdaskan kedepan akan terpilih anak bangsa yang terbaik.
Ust Somad tidak memenuhi menjadi capres, ceritanya panjang. Melakukan yang bisa, suka tan mau. Jika tidak suka akan tertekan. Ust Somad menjadi da'i bukan karena pergi ke ibu kota, ikut tes da'i bukan mendadak ustadz dari sejak Somad di perut, sudah ada perkataan, jangan dimasukan ke sekolah Belanda, masukan ke sekolah agama, Ibu Somad ingin menjadikan guru agama. Cita-cita Somad hanya ingin gubuk di kampung, tanam tomat, ubi dan bisa mengajak umat ke jalan Allah. Lama kelamaan ceramah diupload, diusir jadi viral. Kake Somad mengabulkan do'a, sepeti satu biji, menumbuhkan berkali lipat bulir. Somad jadi dosen hanya sampai 60 tahun, Ust Somad tidak ingin tengah keramaian, ingin mendengar murid membaca Qur'an biarkan Somad menjadi Ustadz.

Comments

Popular Posts