Kesaksian Dari Mantan Prajurit Cakrabirawa Sertu Ishak Dalam Tragedi 1965
Sang mantan prajurit Cakrabirawa, bernama Ishak dahulu kerja sebagai prajrit chakrabirawa. Ketika mengantar Letkol Untung, ia mengaku tidak tahu apa-apa yang terjadi sebelumnya. Dia tidak tahu masalah itu hanya diperintah untuk ikut pak untung, disana ada banyak militer angkatan udara, angkatan darat, angkatan laut, tahu-tahu ada perintah mengawal jendral tahunya hidup, padahal malah ada yang mati. Awalnya di tanggal 30 september ishak berniat akan menemani presiden untuk menghadiri musyawarah nasional, ia mengawal Soekarno ke bogor. Tapi dicegat untuk diperintah Untung ke lubang buaya.
Mengawal ke nasional teknik tapi dicegat oleh untung. Malam di satu oktober ishak berangkat ke lubang buaya, ia melihat suasana berubah menjadi suram, 3 jendral dibawa tidak bernyawa, ishak tidak enak mendengar rentetan suara peluru di lubang buaya, Untung disebut akan menggulingkan presiden 5 oktober. Kurang dari 150 prajurit chakrabirawa diperintah untuk menjemput para jendral, Ishak disuruh menmbak sukitman yang saat itu adalah seorang polisi, ishak tidak tembak ia menyumbunyikan sukitman, hingga sukitman terbawa ke istana dan selamat dari maut.
Sukitman masuk ke intana sementara ishak dimasukan penjara karena dituduh mendukung PKI. Ishak di bui di Cipinang, detik itu juga hidupnya roboh, sebelumnya Ishak santri aktif di muhammadiyah, Ishak sengsara disiksa habis-habisan di penjara dilempari sepotong jagung untuk dimakan.
Di salemba dahulu ishak sebelum menjadi prajurit ia sempat mengajar agama dulunya ia seprang santri, orang banyak tidak percaya ishak masuk bui. Waktu keluar penjara disambut alumni, di Pakis. Ishak dijatuhi 20 tahun penjara. Di penjara perlakuan 3 tahun hanya diberi setengah gelas jagung. Siksaan itu menimpa, kalau minum air solokan disedot dengan daun pepaya maka ada 16 sipil yang mati, kadang 10 orang mati di penjara, tadinya berat badan Ishak 70 kg jadi 40 kg. Sukitman masih ingat pada Ishak, tapi sukitman tidak bisa melakukan apapun.
Sayang istri ishak cerai, Ishak pulang ke purbalingga lebih cepat pulang karena ada tekanan PBB. Pulang purbalingga istri hamil 3 bulan, anak sudah 13 tahun cinta ke suami baru istrinya. Ishak dapat gaji dari buruh lepas selama beberapa tahun, dia membuka bisnik motor, suatu hari dari dinas mengenalkan pada sri sumarni, keduanya menikah, ia menjual motor dan mobil menghabiskan waktu dengan membaca.
ovien











Comments
Post a Comment