PARA PENGAMAT KRITIK KER4S DEBAT CAPRES
Saya kira malam ini diberikan sebuah tontonan yagn menarik dimana terlihat oleh rakyat siapa calon pemimpin yang terbukti dan yang hanya mengubar janji, rakyat diperlihatkan pak jokowi merakyat dapaet merespon HAM dan korupsi dan terorisme dengan gamblang dibanding pak prabowo yang retrotika (Ario)
Bisa lebih pada substansi, seperti ditanyakan partai padahal calon presiden harusnya difokuskan dengan pemerintahan, bukan partai nanti tentang keluarga dan teman, tidak relevan, pertanyaan lebih membuka terhadap para kandidat tentang hukum, terorisme, rakyat. (AHY)
Debat danti klimaks ?
setuju, malam itu bukan debat tapi kuis, kaya lagu radio anda minta kami memutar. KPU perlu diminta pertanggung jawaban karena duit rakyat. Isu HAM, seperti pertarungan dua calon yang dibicaran partai anda, calon saya. Harusnya melihat rakyat, tidak keluar dari Jokowi kesalahnya dan kelebihan pemerintahan. Prabowo juga tidak bisa mengorek, salah konsep, di 01 bicara HAM lebih pro pada pembangunan, tidak diutamakan sipil lebih pada pembangunan secara akademik itu tempat bertemu hak sipil dan budaya. Banyak isu HAM yang tidak keuar. Kalau memang ada bukti yang tdak bisa dilengkapi, penjelasanya apa dari pak Jokowi. konsep dijabarkan salah dan contoh salah, ketika Praowo menyebutkan pendukung daerah lalu dikriminalkan, problem masyarakat dikriminalkan. Baca kasus yang betul di lapangan, bukan soal kepala daerah yang mendukung 02 atau konkret tentang Novel baswedan. Soal jaksa agung, bukan soal parpol ada ukuran lain. Kalau mau cari konkret kasus apa pertanggung jawaban jaksa agung, tentang anaknya jadi jaksa intel di Bali. Seolah ingin tegas tapi contoh kasus tidak tegas. Ngitungin perempuan di kabinet, tidak kurang problem perempuan di lapangan. Kematian ibu tidak didiskusikan, topik janda tidak dibahas. Perkembangan pasar di Papua, ibu Sumarsih korban trisaksi semanggi 12 tahun berdiri depan istana tidak bahas, sibuk dengan perempuan yang ada di pengurus partai. Harusnya yang diukur produk publik.
Swing fotter jangan percaya debat cari info yang real. Dua-duanya punya persoalan tentang hukum. CAri sereal betul, yang satu nyotek tidak profesioal yang satu ngawur (Haris)
Seperti lawak, amplop disegel tapi yang jawab dengan teks lalu dengan laptop kecil. yang mengirim pesan tidak mendidik rakyat jawab dengan elegan. Di kampus para mahasiswa bebas bertanya itu keren, kenapa belum terbuka 10 juta yang dijanjikan. Rencana ke depan apa, itu baru debat bermutu. (Ust Haikal Hassan)
Gini itu juga konyol pak Jokowi pakai kasus ratna. Tidak diproses membuktikan itu delik, dipakai kasus tergesa-gesa. ingin melihatkan tidak ada visi berusaha mengangkat kasus. Visi tentang hoaks apa, ratna bikin hoaks. Ratna sumber pertama yang membuat kebohongan, bohong sudah. Ngambil contoh yang dungu, menunggangi kedunguan rakyat.
Kirim signal ingin mengucapkan sesuatu dia edit sendiri. Nasdem jadi kuat karena jaksa agung. Diputar sehingga bingung, tidak ingin tegas, menyensor juga jawaban. Kelihatan benar gampangnya KPU terlalu mengatur soal tekhnis. Ini capres statusnya berarti sudah baca seluruh buku. Dua-duanya kurang (Rocky Gerung)










Comments
Post a Comment