Capres Ditantang Tes Bacaan Al-Qur'an oleh Da'i Aceh
Usulan da'i Aceh tentang tes baca Qur'an menjadi polemik sejumlah tokoh masyarakat. Menjawab tantangan tersebut Badan pemenang Prabowo-Sandi menolak karena termasuk isu agama, tes ini akan menguatkan politik identitas. Ada yang menolak bukan politik identitas bahkan kedua usulan baik. Rencana tes tersebut akan dilaksanakan 15 Januari 2019 di mesjid Banda Aceh.
Dari perwakilan cawapres 02 kita mengapresiasi langkah da'i Aceh kalau kita serahkan KPU yang mengadakan insya Allah siap. Dalam internal pikiran kami keduanya muslim, kita tidak ingin menggunakan isu agama mayoritas kami menolak meskipun kandidat kami siap kita ingin berpulang pada KPU biar KPU yang memutuskan tapi kalau rakyat setuju dilaksanakan silahkan. Disahkan dulu salam UUD Pemili, ini wacana, ini isu sara bagi kami tokoh semua islam tidak perlu memperdebat paling islam yang pasti Kyai Ma'rup paling bagus. Masyarakan butuh tentang ekonomi, bagaimana dapat pekerjaan, bagaimana ibu mendapat daya beli yang bagus untuk rumah tangga itu konsen Prabowo-Sandi.
Dari perwakilan cawapres 01, ini usulan aspirasi perlu follow up karena di Aceh ada kekhususan menggunakan hukum agama. Tidak usah ditolak dulu, sebenarnya kalau capres mengaji ebrsama disaksikan publik tidak ada masalah. Yang repot diantara capres ada non muslim dipaksa untuk baca Qur'an kalau sekedar baca Qur'an untuk mengetahui kedalaman tentang kitab suci itu penting apalagi di Indonesia sebagian besar muslim. Teori pembangunan adalah pemimpin bisa berkembang dengan masyarakat. Jokowi dan Prabowo tidak perlu tartil, jadi dari pada selama ini narasi isu agama dipakai politik atas nama kepatuhan pada ulama, negara bersyar'i sekalian apakah orang itu memliki pemahaman terhadap agama. Jangan samai kita menggunakan agama untuk politik tetapi kita tidak paham agama. jadi seluruh pemimpin harus paham nilai agama agar pembangunan efektif.
Ada apa dibalik usul ini ?
Ustadz Tengku Ishak menjawab, latar belakang memberi tes Qur'an adalah ide dari para da'i Aceh, dari da'i Aceh karena diantara kaum muslimin terkait politik hoak, politik integritas untuk negatif, berkembang beberapa hoax di masyarakat banyak di kaum muslimin yang meragukan integritas baik Jokowi ataupun Prabowi. Bagi kami kemampuan membaca Qur'an adalah pintu awal untuk meredam berita-berita yang berkembang baik kedua presiden memperalat keislaman. Setelah diskusi panjang dengan bismillah kami hadirkan untuk hadir di masjid Baiturrahman Aceh untuk uji tes baca Al-Qur'an.
Banyak cara lain salah satu cara yang kami gunakan adalah ini menurut kami efektif. Bahwa ada hal lain yang bisa dites seperti kemampuan memimpin ekonomi.











Comments
Post a Comment