Kita Kecolongan, Jokowi Meresmikan Agama yahudi di Indonesia
Kenapa tidak memilih Jokowi pertama, silahkan bantah jika salah. Mungkin ada alasan tidak memilih
pertama tahun 2013 rezim kita,
1.pak Jokowi menyatakan agama yahudi sah di Indonesia pak Jokowi kurang memihak pada agama islam ada beberapa alasan sikap pak Jokowi kurang untuk islam. Pertama meresmikan tahun 2013 bulan agustus disahkan agama yahudi di Indonesia ini kecolongan.
2. Penistaan agama sangat sulit untuk diproses sehingga timbul perpecahan umat.
3.Kriminalisasi ulama, tidak bisa ditutupi banyak ulama yang dikriminlisasi sampai sekarang Habib Riziez tidak pulang. Alfian tanjung dipanggil, ini luar biasa.
4. Persekusi ulama dan dakwah, artinya ini memihak islam atau tidak yang jelas ini merugikan islam. Dakwah dipersekusi Abdul Somad tidak bisa dakwah di Jawa. Memerangi agama sama dengan memerangi Allah itu berat kasusnya, mungkin tidak bermaksud seperti itu tapi yang terjadi seperti itu.
5. Perusakan aqidah dengan islam Nusantara, menurut MUI sudah haram, islam liberal. Sekarang ini ada wacana rezim menghapuskan pelajaran agama di sekolah, mudah-mudahan tidak jadi.
6. Menteri agama disaat 1000 mesjid hancur, bukan wacana mengurus mesjid malah mengurus toa masjid. Menteri agama lebih tersentuh rintihan bencong ketimbang TOA masjid.
7. Menteri olahraga menghalalkan judi bola.
8. Uang umat, uang haji dipakai pembangunan. Kita tidak tahu pembangunan yang mana, muslim tidak mampu berobat, uang lebih afdhal untuk itu. Kita tidak tahu pertanggung jawabannya.
9. Agama islam tidak aman di priode ini, beliau tidak usah nambah dosa.
Nabi bersabda "siapa saja pemimpin menipu rakyat maka neraka baginya" sekarang banyak tipu daya, banyak kondisi yang tidak diberikan solutif. Contoh rupiah ambruk mendekati 15rb yang disalahkan negeri Jerman, tidak mengerti apa hubungannya. Kemudian kalau beras mahal, jawaban dia suruh tawar. Cabe mahal suruh tawar, ini jawaban kebodohan. Dalam islam ada kecakapan dan kejujuran.
Hari ini muslim Lombok menderita apa beratnya menjadikan itu bencana nasional. ketika Umar Bin Khatab kedinginan beliau diberi jaket menolak karena rakyat sedang kedinginan. Ketika ada seorang ibu, diberikan Umar makanan, kata pengawal "sudah dia kan sudah ada tinggalkan ibu itu". Umar tidak meninggalkan ibu itu, kata Umar "wahai saudaraku ibu tadi menangis, saya tidak akan meninggalkan ibu itu dalam keadaan sedih".
Ketika kaos pau arit salah satu menteri berkata "itu fashion saja" giliran pakai ganti presiden, ibu-ibu disuruh ganti pakaian. Kondisi seperti ini tidak menjamin baik, kecuali pak Jokowi menjamin yang terbaik tapi belum nampak evaluasi yang baik.
Seorang mulim tidak boleh masuk ke lubang sama, apabila urusan diberikan pada yang bukan ahli tunggu kehancuran berdasar fatwa MUI bahwasannya banyak janji yang belum ditepati. Hak rakyat bekerja, kekayaan ada hak rakyat sekarang orang asing masuk rakyat kita banyak nganggur dalam keyakinan dalam syari'at lebih baik tidak diteruskan.











Comments
Post a Comment