Jakarta Dicaplok Cina


Ada kekhawatiran Jakarta diambil Cina, tujuan akhirnya kesana. Kalau Ahok atau Cina mendapat kesempatan 5 tahun kedepan memimpin Jakarta itu dia akan mempersiapkan. Dalam 10 tahun menguasai jakarta itu akan jadi Cina jakarta. 2022 presiden Indonesia selanjutnya Cina lagi. Bisa-bisa nama Ahok Basuki berubah dan tidak disamarkan Cinanya. Ada seorang guru, profesor dalam pembicaraan terbatas, bagaimana kalau Cina mendapat bagian dalam bidang politik sebesar 3%. Profesor setuju, kembalikan ekonomi ambil 3% kembalikan ke pribumi. Jadi yang tergambarkan adalah proyeksi pada suatu saat Cina akan berkiprah dalam politik, dalam masa Soekarno ada, Soeharto ada, tidak tahu sekarang ada 2 orang ini ada dalam kendali atau tidak. 
Jadi kalau kita lihat di TV, diwawancari "bagaimana persepsi kalian dibawah Ahok?" semua ini media memuja muji, jadi bersih dan teratur dll. Masalahnya adalah yang bikin takut ingat kepada perkembangan Singapur, Singapur ada 4 ras, ras Singapur India, Singapur Melayu, Singapur Cina, Singapur Arab. Kasta Melayu itu yang paling rendah, lebih gengsi kasta Arab itu sosial. Yang politik, di Singapur dibuat jatah, Cina berapa persen, India berapa persen, Melayu berapa persen, Arab berapa persen, Arab dan Melayu itu bisa menjadi suara. Arab kelihatan sepele di Singapur, tapi banyak tanah di Arab itu milik Arab dan orang Melayu mesti setor. Melayu punya aspirasi tapi semua dapil disana dikuasai oleh orang Cina. Bayangkan jika pola ini terjadi di Jakarta, memang tidak secepat Singapur, apalagi sekarang ada seperti penekanan kepada orang pribumi supaya mereka tidak betah tinggal di Jakarta karena semua dibuat mahal dan pribumi tidak sanggup. Dulu PBB bayar 3 juta, naik 300% sudah 9 juta, lalu bagaimana perkembangan modal dari pribumi seperti kali bata city permulaan 90% pemilik pribumi dan banyak yang islam ada temen yang punya 20 unit, mereka mikir supisacs mahal sekitar 300% dalam waktu 2 tahun ini. Temen di Kuningan mereka bayar 13rb permeter biaya supisascsnya artinya komplek pengembang Cina lebih mahal. 
Jika hari ini pemili, mungkin Cina jadi presiden secara agama tidak mungkin tapi secara politik kemungkinan ada bayangkan kalau Ahok terpilih 2017 ia akan kampanye lebih besar. Masyarakat non pribumi kenyakan yang melek milih dia dengan penguasaan media masa dan elektronik dikuasai, ruang tidur keluarga kita apa mungkin orang pribumi terpengaruh kemungkinan secara politis tetap ada apalagi kalau ada pristiwa Hari Tanum itu sudah ada di pemikiran, kalau punya uang dan bisa menciptakan teman Ahok dan Hari tanum bisa saja terjadi presiden orang Cina.

Guru Besar Ilmu Politik UI

Comments

Popular Posts